Sejarah Magelang September 28, 2007
Posted by ponggol2005 in Magelang.add a comment
Sejarah Magelang
Pada tahun 1810 ketika Inggris berkuasa di sebagian wilayah nusantara, termasuk diantaranya Pulau Jawa, Magelang dipilih sebagai Ibu Negeri Kabupaten Magelang. Diangkat sebagai Regent ( Bupati ) adalah Mas Angabehi Danoekromo.Setelah Negeri Kabupaten Magelang beralih dikusai Belanda Mas Angabehi Dnoekromo diangkat kembali menjadi Regent(Bupati) dengan gelar Raden Tumenggung Danoeningrat berdasar Besluit Gubermen Pemerintah Belanda tanggal 30 Nopember 1813. Beliau wafat tanggal 28 september 1825 ketika memihak Belanda pada saat Perang melawan Pasukan Diponegoro. Atas jasa-jasanya Pemerintah Belanda menganugerahkan gelar Adipati Danoeningrat. Almarhum Adipati Donoeningrat pada masa berkuasa mendirikan Rumah Kabupaten dan sebuah mesjid yang dulu terletak di sekitar Gereja Protestan dalam daerah Desa Magelang, sekarang kompleks jalan Alun-alun utara di kota Magelang. Sehingga almarhum Adipati Danoeningrat I dapat dikatakan sebagai yang mendirikan Negeri Magelang.Setelah masa kemerdekaan, berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 1948 Kota Magelang berstatus sebagai Ibukota Kabupaten Magelang. Namun berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1950, Kota Magelang berdiri sendiri sebagai daerah yang diberi hak untuk mengatur Rumah Tangga sendiri.
Dalam Perkembangannya, Kota Magelang terdapat 4 Badan Pemerintahan yang memiliki fungsi yang berbeda, yaitu :
1. Pemerintahan Kotamadya Magelang (sekarang Pemerintah Kota Magelang)
2. Pemerintahan Kabupaten Kabupaten Magelang (sekarang Pemerintah Kabupaten Magelang)
3. Kantor Karisidenan Kedu (sekarang Badan Koordinasi Wilayah II yang meliputi wilayah eks Karisidenan Kedu dan Surakarta)
4. Akademi Militer Nasional / AMN (sekarang akademi Militer)
Adanya 4 instansi strategis sebagaimana di atas ternyata mempunyai skala pelayanan yang luas dan membutuhkan fasilitas dan sarana guna menunjang fungsinya masing-masing. Persoalan tata ruang menjadi masalah utama dalam perkembangannya, sehingga ada kebijakasanaan untuk memindahkan Ibukota Kabupaten Magelang ke daerah lain. Selain itu dasar pertimbangan lainnya adalah nantinya pemindahan Ibukota lebih berorientasi pada startegi pengembangan wilayah yang mampu menjadi stimulator bagi pertumbuhan dan perkembangan wilayah.
Selanjutnya dari 4 alternatif Ibukota yang dipersiapkan yaitu Kecamatan Mungkid, Muntilan, Secang dan Mertoyudan, akhirnya Desa Sawitan Kecamatan Mungkid terpilih untuk menjadi Ibukota Kabupaten Magelang dengan nama Kota Mungkid berdasarkan PP Nomor 21 Tahun1982. Peresmian Kota Mungkid dilakukan pada tangga 22 Maret 1984 oleh Gubernur Jawa Tengah. Momentum inilah yang dipakai menjadi dasar Hari Jadi Kota Mungkid. (Sumber : www.magelangkab.or.id)
Sekilas Magelang September 28, 2007
Posted by ponggol2005 in Magelang.add a comment
Sekilas Magelang MAGELANG
Magelang adalah kota dingin yang menyenangkan, berjarak 40 km utara dari Yogyakarta, dimana dikelilingi oleh beberapa pegunungan yaitu Merapi dan Merbabu di sebelah Timur, Sumbing dan Sindoro di sebelah Barat. Magelang adalah kota yang dilewati jalur yang menghubungkan antara Yogyakarta dan Semarang disebelah Barat sedangkan disebelah Timurnya menghubungkan antara Yogyakarta-Solo-Semarang.
GUNUNG TIDAR
Gunung/Bukit Tidar terletak di bagian selatan kota Magelang dalam legendanya disebut sebagai “Paku Tanah Jawa”, yang mana ditancapkan oleh para dewa agar terhindar dari goncangan. Gunung Tidar begitu penting untuk menjaga kesegaran kota Magelang.
MENARA AIR
Kota Magelang mempunyai alun-alun kecil ditengah kota yang berfungsi sebagai taman, dimana diujung alun-alun tersebut jelas terlihat menara air tua kota Magelang.
TAMANREKREASI
Taman rekreasi dengan kolam renang, taman bermain anak-anak, terdapat dikota Magelang yaitu :
» Kalibening
» Kyai Langgeng
EKONOMI
Magelang terdapat pabrik yang memproduksi mobil yang penjualannya ke seluruh Indonesia. Dari segi pariwisata Magelang mempunyai iklim yang menyenangkan dan pemandangan alam yang sejuk dimana menguntungkan bagi wisatawan yang mengunjungi Borobudur dan kawah Dieng.
PATUNG BATU
Disebelah utara kali/sungai Krasak antara Muntilan dan Magelang, terdapat pusat kerajinan patung batu dimana banyak terdapat pengrajin patung batu yang begitu indah. Bahkan beberapa diantaranya merupakan mahakarya produk mereka telah dipasarkan untuk konsumsi local dan export.
(Sumber : www.magelangkab.or.id)